Thursday, 25 August 2016

Minuman Penghancur Lemak Bagi Yang Malas Diet





Membaca judulnya jadi penasaran, ada ya minuman seperti itu? Artikel dari www.worldofwealthandwellness.com ini bisa menjawab keraguan anda akan 'ramuan' yang mampu menurunkan berat badan tanpa olahraga berat dan diet ketat. Kabar baik bagi anda! Ternyata ada campuran bahan-bahan alam yang mampu melunturkan lemak anda tanpa harus bekerja keras. 

Resepnya:

2   sdt madu murni
1   sdt bubuk kayu manis
250 ml air

Rebus bubuk kayu manis dalam air hingga mendidih, dinginkan. Tambahkan madu saat sudah dingin agar nutrisi pada madu tetap terjaga. 

Sebelum tidur, minum 1/2 gelas dari campuran ini, saat bangun tidur (perut dalam kondisi kosong) minum lagi sisanya. Cobalah selama 7 hari, dan anda pun siap menghadapi jarum timbangan lagi

Tuesday, 23 August 2016

Perfect!


Terkadang, hal-hal sederhana dapat menjadi luar biasa jika dilakukan dengan orang yang tepat

--Elizabeth Green--

Sumber: Fan Page Raw For Beauty

Thursday, 11 August 2016

Meniran, Chanca Piedra, The Stone Crusher

gambar: detikindonesia.com

Bangsa Spanyol memberi nama Chanca Piedra yang berarti "penghancur batu", di Indonesia khususnya wilayah Jawa dikenal sebagai Meniran. Menurut Phillys Balch dalam bukunya "Prescription for Natural Healing", meniran kaya akan zat fitokimia termasuk diantaranya limonene, lupeol, metil saisilat, uercetin, quercitrin, rutin, dan saponin. Sebagai informasi, fitokimia adalah komponen antioksidan yang ditemukan dalam tanaman, yang berguna untuk memerangi peradangan serta infeksi virus dan bakteri. Meskipun dikenal luas sebagai tanaman herbal untuk mengatasi batu ginjal, meniran juga mampu mengatasi asma, bronkitis, influenza, masalah pencernaan, diare, demam, otot kaku, dan pereda nyeri. 

Manfaat Chanca Piedra

Ada banyak studi yang mengungkapkan manfaat chanca piedra. Salah satunya adalah mampu menghambat pembentukan dan menghancurkan kristal kalsium oksalat (komponen batu ginjal). Komponen yang terdapat dalam herba ini juga mampu meredakan gejala pembuluh darah kaku pada ginjal dan kantung kemih sehingga melancarkan keluarnya urin.

Jenis Batu Ginjal
  1. Batu kalsium: adalah jenis yang paling umum terbentuk dari kalsium oksalat. Oksalat merupakan bahan alami  yang terkandung di banyak makanan.
  2. Batu cystine: sangat jarang ditemukan karena hanya terjadi pada individu yang secara genetik mempunayi kelainan cystunaria.
  3. Batu struvite: bisa jadi merupakan akibat dari infeksi. Batu-batu ini dapat tumbuh besar dengan cepat. Wanita lebih rentan menderita kaitannya dengan infeksi saluran kemih.
  4. Batu uric acid: dikarenakan buangan dari tubuh yang tidak dapat keluar dengan sempurna. Cenderung menyerang orang-orang yang kurang mengkonsumsi air, pelaku diet protein tinggi, penderita radang usus, dan penderita sam urat akut. 
Gejala Umum Batu Ginjal
  • Rasa sakit saat buang air kecil
  • Rasa ingin kencing yang berlebihan
  • Rasa sakit pada punggung dan perut bawah
  • Rasa sakit yang menjalar dari dari punggung, tepi, menuju kemaluan
  • Mua dan atau muntah
Catatan Yang Perlu Diperhatikan
  • Meniran bisa didapatkan dalam bentuk ekstrak cair, kapsul,  tablet dan teh kering.
  • Herbal ini bersifat diuretik. Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dan mineral dalam tubuh.
  • Orang dengan gejala jantung dan atau sedang mengkonsumsi obat jantung harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi meniran.
  • Meniran dapat berlawanan dengan penggunaan obat diuretik, diabetes, dan hipertensi.
  • Tidak untuk wanita hamil.
sumber: theheartysoul.com

Sunday, 17 July 2016

Baterai Yang Awet Selamanya? Mungkinkah?




Sebagaimana perangkat elektronik lainnya, umumnya baterai memiliki umur pakai yang terbatas. Bahkan baterai litium yang paling berperforma biasanya cuma memiliki usia pakai 500 siklus pengisian (charge). Namun, sebuah tim penelitian yang dipimpin oleh kandidat Doktor di Universitas California, Mya Le Thai, tampaknya berhasil menemukan baterai dengan usia pakai hingga 200.000 siklus charge, 400 kali lipat dari baterai konvensional! Yang lebih istimewa, penemuan ini terjadi secara tidak sengaja!

"Mya sedang iseng saat melapisi bahan penelitiannya dengan gel tipis dan mulai memicu siklusnya" ujar Reginald Penner juru bicara Universitas California. "Dan dia menemukan bahwa hanya dengan gel ini, dia dapat memperpanjang siklus pemakaian baterai hingga ratusan ribu kali tanpa kehilangan kapasitasnya"

Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengembangkan baterai transistor berbahan litium menjadi kawat emas berukuran nano dan mengganti cairan elektrolit menjadi gel. Ini didasari fakta bahwa baterai litium mempunyai banyak kelemahan, diantaranya: cairan elektrolit di dalamnya sangat mudah terbakar dan sensitif terhadap suhu udara, selain itu litium di dalam baterai akan berkarat seiring waktu.

Meski sangat rapuh, kawat nano adalah konduktor yang hebat. Namun saat dilapisi dengan mangan dioksida dan gel elektrolit, hasilnya adalah baterai yang jauh lebih kuat dari baterai biasanya. Tentu penemuan ini masih harus diteliti lebih jauh lagi, namun hasil awal yang menggembirakan ini tentu memberikan harapan akan hadirnya perangkat elektronik yang tahan lama, termasuk komputer,smartphone, bahkan kendaraan listrik. Yang lebih mencengangkan, baterai ini tidak akan kehilangan kapasitas sebagaimana baterai litium saat berulang kali di charge dan digunakan. Setelah 3 (tiga) bulan dimanfaatkan, baterai ini hanya mengalami penurunan kapasitas sebanyak 5% saja! Ini hampir sama dengan baterai laptop berusia 5 (lima) tahun dibandingkan dengan baterai baru.

Kelemahan yang masih muncul adalah bahwa para peneliti belum sepenuhnya memahami cara kerja baterai jenis baru ini. Selain itu, baterai ini belum penah diuji coba pada alat elektronik konvensional untuk mengetahui efektivitas penggunaannya. Tantangan lainnya adalah harga nominal kawat nano emas yang sangat tinggi (walaupun dengan diameter yang lebih kecil dari rambut manusia!), penggunaan massal dalam baterai jenis baru akan semakin melambungkan harga komoditas ini. Untuk itu, tim berusaha mencari bahan alternatif pengganti kawat nano emas (seperti misalnya nikel) yang minimal bisa menyamai efisiensinya. 

Apapun itu, penemuan ini merupakan terobosan menggembirakan dalam bidang teknologi dan energi, namun apakah sama pendapatnya dengan produsen elektronik raksasa yang menguasai pasar?

sumber: www.ewao.com

Thursday, 30 June 2016

Rhenald Kasali: Jangan Latih Anak-anak Dijemput KBRI...!


Mungkin kita semua sepakat, anak-anak yang pintar di sekolah belum tentu pintar dalam kehidupan.
Sayangnya banyak orang tua yang masih berpikir, kalau anaknya juara kelas, pintar di sekolah, pasti akan pintar menjalani hidup.
Untuk itulah sering kita lihat orang tua yang amat protektif, membuat anak merasa sudah belajar walau itu hanya di sekolah. Sedangkan perjalanannya menuju sekolah, pergaulannnya, kebiasaannya mengambil keputusan dalam keadaan sulit, selalu disterilisasi orangtua.
Apalagi bila orang tua punya kuasa, banyak koneksi, punya uang, maka semua itu akan distrerilisasi lebih luas lagi. Padahal yang membentuk orang tuanya hari ini sukses sudah jelas: orangtua mereka tak seprotektif mereka.
Kalau sudah begitu, apa hasilnya?
Anda lihat sendiri, banyak anak-anak pandai di sekolah tak berdaya saat di-bully kawan-kawannya, kurang bergaul, dan bila dikejar anjing di kampung, ia tidak bisa melompat, larinya tercekat.
Dan di usia dewasa, ia bisa menjadi sosok yang sulit bagi teman-teman, pasangan dan kolega-koleganya. Ia akan merasa terus pandai, seakan-akan kecerdasaannya tetap, tak berubah.

Ke Luar Negeri, Bagus.
Pepatah mengatakan, dunia ini ibarat sebuah buku. Mereka yang tak melakukan perjalanan (hanya kuliah saja), hanya membaca satu halaman.
Terilhami oleh Susi Pudjiastuti, saya pun menugaskan mahasiswa ke mancanegara. Tidak main-main. Satu orang satu negara.
Menteri Kelautan dan Perikanan ini, sejak remaja sudah menyewa truk dari kampungnya di Pangandaran, hanya bersama seorang sopir, ia pergi membeli ikan ke Cirebon atau Indramayu, lalu berjualan ke Pasar Ikan di Jakarta.
Bila dulu saya menugaskan tiga orang satu negara, sejak kehadiran Ibu Susi di kelas itu, saya mengubahnya menjadi satu negara-satu orang.
Syaratnya, tidak boleh di antar, dan tak boleh ada yang menjemput. Itupun harus pergi ke negara yang tak berbahasa Melayu.
Anda tahu siapa musuh program ini?
Para mahasiswa melaporkan, ada dua pihak. Pertama adalah orang tua yang selalu beranggapan anaknya bak princess. Orangtua bahkan merespon dengan negatif, takut anaknya kesasar. Padahal doktrin kelas itu sejak awal sangat jelas, “Berpikir karena kesasar.”
Setiap kali orangtua protes, saya selalu bilang, “Memang kalau tersasar, mengapa?”
Dari situ, sebagian tiba-tiba tersentak dan tertegun sendiri karena hampir semua orangtua pasti pernah kesasar, dan toh akhirnya pulang juga dengan selamat. Malah menjadi semakin pandai, lebih percaya diri.
Sebagian lagi, responsnya begitulah, memindahkan anaknya ke kelas lain. Mereka mengambil keputusan untuk anaknya yang sudah dewasa dengan menghentikan sebuah proses belajar yang penting untuk membangun hidup mereka.
Orangtua juga mengatur banyak hal. Tiket pesawat, rute tujuan, menginap di mana, siapa yang jemput, makan apa, pakaian dan perlengkapan, sampai SIM Card dan obat-obatan.
Padahal anaknya gaul, sehat, senang berpetualang. Dan kalau diatur, ia malah menjadi merasa tak dipecaya, bahkan malu dengan kawan-kawannya.
Bagi saya, ini semua bisa membuat anak kurang terlatih menghadapi kesulitan. Sebab setiap kali menghadapi persoalan kecil saja, mereka bisa menghindar dan cepat-cepat minta bantuan.
Dan musuh kedua adalah, para dosen sendiri. Ya, para akademisi percaya anak pintar itu tak boleh banyak bermain. Baca, baca, baca, buat tugas. Padahal anak-anak pintar itu terlalu serius, terlalu steril dan kurang bermain.
Anda tahu apa yang dilakukan orangtua agar anak-anaknya diterima di perguruan tinggi yang bagus?
Mungkin Anda bisa lihat bagaimana treatment orangtua sejak anaknya masih kecil. Jangankan untuk menuju perguruan tinggi, untuk diterima di SMP yang bagus saja, sejak kelas 5 SD anak-anak itu sudah dilatih pulang sore/malam hari, ikut les ini dan itu. Katanya untuk diterima di SMP A harus ikut bimbel di B.
Kalau sudah begitu, anak-anak yang pandai ini menjadi kurang bergaul dan menjadi kurang asyik di mata teman-temannya. Mereka dicetak dalam alam berpikir bahwa pandai dalam kehidupan itu ada di ruang kelas, melalui program tertulis. Padahal pandai itu adalah mampu mengambil keputusan yang tepat. 
Bayangkan, bila sejak kecil sampai dewasa anak-anak itu tak pernah berlatih mengambil keputusan dalam keadaan sulit. Bahkan untuk naik taksi saja ia tak berani.
Pergi ke luar negeri seorang diri, bagi seorang anak ia akan belajar banyak hal. Bagaimana kalau ketinggalan pesawat, kehilangan bagasi, kesasar, diganggu orang, mengunjungi situs-situs penting, mengatur waktu, makan, dan seterusnya.

Mengapa harus dijemput?
Kisah anak-anak pejabat yang orang tuanya begitu bernafsu mengatur dan mengawal anak-anaknya agar tak kesasar di luar negeri, saat ini sudah amat keterlaluan. Orang tua telah mengambil hak-hak penting si anak untuk menjadi rajawali.
Anak diasumsikan sebagai sosok yang tak mampu bergerak sendiri, dan seakan-akan alam tak memberi ruang bagi anak untuk belajar. Padahal, anak SLB sekalipun punya kemampuan belajar yang luar biasa kalau diberi kesempatan, dan sebaliknya kalau dianggap bodoh.
Mungkin anda sudah menerima catatan seorang dosen di Surabaya yang viral dua hari ini. Sayang, saya tak menemukan sumbernya setelah beredar dari satu WA ke WA lainnya. Tapi saya kira apa yang dilakukan untuk merekam momen yang ia lihat dan catat harus kita hargai. Ini sebuah catatan yang istimewa bagi para orangtua dan pendidik.
Ia mencatat kejadian saat menemukan seorang siswa SLB penderita tunagrahita yang begitu bahagia saat menemukan alamat yang dicari. Siswa itu kabarnya diberangkatkan dari Jogja untuk mencari alamat di Surabaya.
"Syaratnya boleh bertanya, namun tidak boleh diantar, tidak boleh naik kendaraan yang bersifat mengantar seperti taxi dan becak. Tidak boleh meminta - minta. Dan masih banyak aturan lain Bahkan dia mencari tempat sampah untuk membuang sampahnya." Catat orang berjasa ini.
Tapi yang membuat saya tercengang adalah catatannya yang ini: "Dia berkata bahwa dia dilarang bersedih. "Kata pak Guru aku ngga boleh sedih, kalau sedih nanti bodoh lagi", ucapnya polos."
Sekarang tinggallah kita memeriksa apa yang telah kita lakukan pada anak-anak kita. Apakah benar kita telah melatih anak-anak kita untuk menjadi pemimpin yang hebat, rajawali yang matanya tajam dan mampu terbang tinggi, atau menjafikan mereka burung dara yang indah, yang sayap-sayapnya terjahit.
Anak-anak yang dijemput dengan fasilitas yang dimiliki orantua akan kehilangan banyak momen yang bisa membuat ia kelak lebih pandai dalam hidup.
Kisah anak-anak saya di Fakultas Ekonomi yang pergi ke luar negeri sudah dibukukan oleh mereka sendiri dalam buku 30 Paspor di Kelas Sang Profesor. Edisi terbaru juga telah disiapkan anak-anak itu dalam episode Duta Perdamaian.
Ketika mendengarkan presentasi mereka, saya selalu belajar bahwa anak-anak hebat ini kelak akan menjadi lebih hebat lagi. Dengan metode sharing economy, mereka kini bisa menyebar ke mancanegara dengan biaya minimal.
Tak terbayangkan bagaimana mahasiswi saya yang dompetnya hilang di London bisa tetap menyelesaikan misinya hingga ke Scotlandia, menembus dua negara selama 10 hari dengan sehat.
Tak terbayangkan bagaimana mereka mengajarkan dua perempuan Jepang memakai hijab. Tak terpikirkan pula bagaimana mereka berkenalan dengan anak-anak konglomerat dan dijadikan narasumber di berbagai kampus yang mereka kunjungi.
Anak-anak yang steril tak punya cerita menurut versi mereka sendiri. Dan anak-anak itu bisa jadi pembual yang hebat. Tetapi anak-anak yang tak dijemput KBRI kalau ke luar negri, yang berani menghadapi hidup ini dalam perhitungan yang dilatih sendiri, kelak akan mempunyai story versi mereka sendiri.
Personal story adalah modal dasar seorang pemimpin. Ia akan merasa hidupnya berarti, dan sadar bahwa di luar sekolah ada banyak pelajaran yang bisa melatih kepemimpian, empati sosial dan pemgambilan keputusan.
Jadi, sudahlah. Hentikan dagelan ini, orangtua!

sumber: www.kompas.com

Trik Psikologi Dalam Menentukan Harga

Lakukan trik psikologi ini untuk membuat orang membeli produk Anda.



Menentukan harga adalah hal yang paling membingungkan bagi sebagian pengusaha. Jika harga diturunkan terlalu rendah, risikonya adalah untung sedikit yang didapat. Jika harga ditawarkan terlalu tinggi, risikonya adalah tak ada pembeli.

Menurut Dan Ariely, pakar perilaku ekonomi, jika Anda kesulitan menjual dua produk berharga mahal, pertimbangkan untuk memberikan pilihan ketiga. Majalah Economist pernah melakukan trik ini pada iklan berlangganan mereka.

Dalam iklan disebutkan beberapa biaya berlangganan: $59 untuk langganan online,  $125 untuk langganan edisi cetak, dan $125 untuk paket berlangganan online dan cetak. Hasilnya bisa ditebak, pembaca lebih banyak yang memilih paket ketiga karena menurut persepsi mereka harga tersebut lebih murah ketimbang dua opsi lainnya. (lihat gambar pertama).

Namun bagaimana jika opsi kedua (paket langganan cetak seharga $125) dihilangkan seperti pada gambar kedua? Hasilnya, pembaca lebih memilih paket berlangganan pertama (paket langganan online senilai $59.

Anda mungkin bertanya, lalu kenapa Economist tetap memasang harga paket berlangganan cetak senilai $125 jika tahu tidak akan ada yang membelinya?

Menurut Dan, melalui iklan tersebut Economist sebenarnya sedang mengarahkan agar pembaca membeli paket langganan ketiga. Mereka sengaja mematok harga paket langganan cetak begitu mahal untuk membuat paket langganan ketiga terlihat lebih murah.

Karena secara psikologi, orang akan memilih harga lebih rendah dan berani membayar lebih mahal jika mereka bisa mendapatkan layanan atau produk yang lebih banyak.

Menarik bukan?

sumber: www.wanitawirausaha.com

Tuesday, 28 June 2016

Hilangkan Timbunan Air Dalam Tubuh Anda Dengan Cara Ini!



Timbunan air adalah pembentukan/penumpukan cairan dalam sistem sirkulasi darah atau pada jaringan tubuh. Proses ini dapat mengakibatkan pembengkakan pada tangan dan kaki terutama pada wanita di masa kehamilan atau sebelum siklus menstruasi. Kondisi ini juga seringkali terjadi pada orang yang "kurang aktif", yaitu pada orang yang sedang menjalani bedrest atau dalam perjalanan berkendara yang panjang.

Meskipun pembengkakan karena air dianggap sebagai kondisi yang wajar dan "jauh dari nyawa", tapi juga dapat menjadi pertanda adanya penyakit yang mematikan seperti gagal ginjal atau gangguan jantung. Untuk menghilangkan timbunan air ini, anda dapat melakukan beberapa hal berikut:

1. Hindari Sodium
Saran umum bagi orang yang mengalami pembengkakan akibat air adalah mengurangi garam, ini karena unsur sodium klorida yang dikandungnya yang dapat mengikat cairan dalam tubuh. Garam adalah produk konsumsi umum yang diturunkan dari sodium. Selain itu produk-produk yang ditemukan tinggi kandungan sodiumnya adalah daging olahan, bahan penyedap makanan, bahkan sayur kalengan.

2. Tingkatkan Asupan Magnesium
Ternyata meningkatkan konsumsi magnesium dapat mengurangi timbunan cairan dalam tubuh. Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi 200 gram magnesium per hari mampu mengurangi timbunan cairan berlebih pada wanita pada kondisi sindrom pra menstruasi. Makanan yang kaya magnesium adalah kacang-kacangan, gandum utuh, dan bayam. Selain itu dapat juga dikonsumsi dalam bentuk suplemen.

3.  Tingkatkan Asupan Vitamin B6
Menurut sebuah studi dalam Journal of Caring Science, wanita pada kondisi sindrom pra menstruasi lebih efektif ditangani dengan asupan Vitamin B6 untuk mengurangi gejala yang muncul. Sumber utama Vitamin B6 terdapat dalam pisang, kentang kulit, dan tuna.

4. Konsumsi Makanan Sumber Potasium
Potasium adalah mineral yang berperan penting untuk mengoptimalkan kerja sel, jaringan, dan rgan tubuh manusia, terutama pada jantung. Potasium mampu menghilangkan timbunan air dalam tubuh dengan dua cara, pertama, mengurangi kandungan sodium, kedua, meningkatkan produksi urin. Bahan makanan kaya potasium diantaranya aprikot, pisang, dan buah bit.

5. Cobalah Mengkonsumsi Dandelion
Dandelion adalah tumbuhan yang banyak digunakan dalam ramuan tradisional untuk pengobatan radang sendi sampai eczema. Selain itu dapat juga digunakan sebagai diuretik karena kemampuannya dalam meningkatkan produksi urin, apalagi jika dikonsumsi dalam bentuk ekstrak daunnya.

6. Hindari Karbohidrat Olahan
Masalah utamanya adalah karbohidrat dalam jenis ini mempunyai efek meningkatkan level insulin dan gula darah. Level insulin yang tinggi dapat menyebabkanpenyerapan kembali sodium di dalam ginjal. 

sumber: familylifegoals.com